Review Anime Chivalry of a Failed Knight. Anime Chivalry of a Failed Knight atau Rakudai Kishi no Cavalry masih sering menjadi bahan perbincangan di kalangan penggemar hingga awal 2026, meski sudah satu dekade sejak tayang perdana pada 2015. Serial ini mengisahkan Ikki Kurogane, seorang Blazer peringkat F yang dianggap gagal karena mana rendah, tapi memiliki teknik pedang luar biasa berkat latihan keras. Ia bertemu Stella Vermillion, putri kerajaan yang kuat dan berperingkat A, di akademi Hagun. Hubungan mereka dimulai dari taruhan aneh tapi berkembang jadi romansa mendalam, sambil Ikki membuktikan diri di turnamen Seven Stars Sword Art Festival. Dengan 12 episode yang penuh aksi, romansa, dan tema underdog, anime ini dipuji sebagai salah satu magic school battle yang lebih baik di masanya, meski belum ada kelanjutan resmi hingga kini. BERITA VOLI
Alur Cerita dan Karakter Utama: Review Anime Chivalry of a Failed Knight
Alur cerita fokus pada perjuangan Ikki melawan diskriminasi keluarga Kurogane yang kejam dan sistem akademi yang tidak adil. Ia sering dihina tapi selalu menang lewat strategi dan kemauan keras, bukan kekuatan mentah. Turnamen jadi puncak, dengan pertarungan epik melawan rival seperti Ayase Ayatsuji dan Todou Touka. Romansa Ikki-Stella jadi highlight utama: dari awal awkward penuh fanservice, berkembang jadi hubungan saling dukung yang matang dan manis, jarang ditemui di genre serupa.
Karakter utama seperti Ikki digambarkan relatable sebagai underdog pekerja keras, sementara Stella tsundere tapi kuat dan setia. Pendukung seperti adik Ikki, Shizuku, yang kompleks dengan elemen yandere ringan, atau Alice Arquin yang ceria, menambah dinamika. Antagonis seperti keluarga Ikki atau pesaing turnamen punya motif jelas, membuat konflik terasa personal. Meski trope magic academy familiar, eksekusi cerita lebih grounded dan emosional, fokus pada pertumbuhan pribadi daripada power fantasy berlebih.
Kualitas Produksi dan Elemen Visual: Review Anime Chivalry of a Failed Knight
Animasi saat rilis terbilang impresif, terutama di adegan pertarungan yang fluid dan detail. Efek Noble Arts—senjata jiwa masing-masing karakter—didesain unik, dengan ledakan api Stella atau pedang hitam Ikki yang ikonik. Desain karakter menarik, warna vibrant, dan fanservice disajikan tasteful tanpa mengganggu alur.
Pengisi suara mendukung kuat: nuansa percaya diri Stella dan keteguhan Ikki terasa hidup. Soundtrack energik, opening theme catchy yang mendongkrak hype turnamen. Pacing cepat tapi seimbang antara aksi, romansa, dan drama keluarga. Elemen ecchi ada tapi tidak dominan, lebih sebagai bumbu komedi. Secara keseluruhan, produksi solid untuk era 2015, membuat fight scene tetap memuaskan saat rewatching.
Penerimaan Penggemar dan Prospek Masa Depan
Serial ini mendapat skor rata-rata sekitar 7.2-7.3 di komunitas anime, sering dibandingkan favorably dengan judul sejenis seperti Asterisk War karena romansa lebih baik dan MC tidak terlalu OP secara instan. Penggemar menghargai tema kerja keras mengalahkan talenta bawaan, plus chemistry Ikki-Stella yang wholesome. Kritik utama pada ending cliffhanger dan fanservice berlebih di awal.
Hingga awal 2026, belum ada pengumuman season kedua meski light novel sumber telah tamat di volume 19 dengan ending memuaskan. Penjualan BD dulu moderat dan jeda panjang membuat prospek kelanjutan tipis, tapi diskusi online masih aktif dengan harapan adaptasi ulang atau OVA. Banyak yang merekomendasikan light novel untuk kelanjutan turnamen internasional dan resolusi hubungan karakter.
Kesimpulan
Chivalry of a Failed Knight tetap jadi hidden gem di genre magic school battle berkat kombinasi aksi intens, romansa tulus, dan pesan inspiratif tentang ketekunan. Meski hanya satu musim dan prospek lanjutan kecil, serial ini berhasil meninggalkan kesan kuat sebagai cerita underdog yang menghangatkan hati. Cocok untuk penggemar yang suka trope klasik dieksekusi dengan hati, atau yang butuh motivasi dari perjuangan Ikki. Di tengah anime baru yang banjir, rewatching ini masih terasa segar dan memuaskan, membuktikan kualitas abadi dari formula sederhana tapi dieksekusi baik.